Translate

Jumat, 18 Januari 2013

TESTIMONI (Sebuah Kisah Nyata) __ NARKOBA Telah Merusak Hidupku

Pengalaman adalah guru yang terbaik. pepataha itu sering kali aku jadikan pijakan dalam setiap Langkah hidupku. sejak kecil aku sangat dimanjakan orangtuaku, segala keinginanku semua terpenuhi. Kasih sayangnya tiada pernah henti meskipun, aku dibesarkan sebagai anak ke-empat dari tujuh bersaudara.

Seiring waktu, disaat adik - adikku juga butuh perhatian, secara otomatis lambat laun aku mulai kurang diperhatika n orangtuaku. ayahku bekerja disalah satu instansi pemerintah, sedangkan ibuku membuka warung keci - kecilan untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga.

Saat aku menginjak bangku kelas tiga SMP, aku lebih sering bergaul dengan teman - teman kakakku. jarang aku bergaul dengan teman sebaya karena mereka kerap mengejek ku yang bertubuh mungil dan penakut. sejujurnya, memang karakter ku sebenarnya sedikit berani setelah aku bergaul dengan orang - orang yang lebih tua dariku yang umumnya mereka anak - anak putus sekolah dan broken home.

Berbagai pengaruh dan kebiasaan buruk mulai aku jalani. Pertama - tama kawanku menawari rokok. Sedikit demi sedikit aku mulai kecanduan. Selang beberapa minggu kemudian aku diajak "pesta" disebuah rumah kosong yang menurut sebagian orang di kampungku  banyak hantunya.

Tapi karena kami datang beramai - ramai masuk rumah itu tidak ada perasaan takut sama sekali. ketika aku masuk keruangan dalam yang temaram hanya diterangi oleh beberapa lilin, ternyata sudah banyak sekali orang didalmanya. saat itu aku belum mengerti, kepulan asap yang aromanya sangat aneh namun tak lama kemudian aku merasakan halusinasi.

Apalagi saat temanku menawari selinting ganja, pertama aku ragu, tapi ketika temanku mengejekku kalau aku kampungan, akupun terpaksa mencobanya, akupun ketagihan.

Lama kelamaan aku jadi kecanduan. aku ketagihan, bukan hanya ganja, aku mencoba berbagai jenis obat - obatan terlarang lainnya seperti pil BK, Nipam hingga Ekstasi. Pertama - tama aku mendapatkan barang itu dengan gratis. Namun karena lama - kelamaan aku sering Sakau sementara barang itu sudah tidak gratis alias harus dibayar.

Berbagai cara aku lakukan untuk mendapatkan barang - barang itu dari mulai menipu orangtua dan saudara - saudaraku hingga memakai uang SPP. semua itu aku lakukan untuk memenuhi hasrat mengkonsumsi barang - barang itu. Terakhir karena aku berada dibawah pengaruh obat - obatan aku memiliki keberanian untuk merampas barang orang lain.

Kelakuanku mulai membuat orangtua ku pusing tujuh keliling. berapa kali aku dipermak tapi tidak ada perasaan kapok. Hal itu aku lakukan sampai aku menginjak bangku kelas Tiga STM. Selain doyan berkelahi aku masih mengkonsumsi barang barang itu. Satu persatu teman - temanku menilnggal di depanku karena Over Dosis.

Aku mulai berpikir tapi sangat sulit. Di saat aku pulang aku rindu kedua orangtua ku. Tapi ternyata mereka tidak ada di rumah. Aku cari cari mereka tidak ada. Aku mulai bingung. Dimana aku harus mencari mereka. Aku mencari kerumah pamanku tidak ada. Tapi ternyata ketika aku masuk keruangan lumbung tempat menyimpan padi, kulihat Ibuku dengan menggunakan mukenah sedang berdoa agar aku sadar dan ketika kulihat lebih dekat ternyata tinggal kulit dan tulang.

Aku menangis dan bersimpuh di kakinya dan berniat berhenti mengkonsumsi barang - barang itu. Tak lama kemudian setelah aku lulus STM, orangtuaku menjodohkan aku dengan wanita sholehah, dan dikaruniai sepasang anak. aku mulai sadar dan mulai keliru dalamm meniti hidup. Narkoba telah merusak hidupku.

Kini, telah kututup lembaran kelam bersama Narkoba. Aku berharap pengalaman burukku bersama narkoba tak terulang oleh penerusku.


Dituturkan :Irawan taka

1 komentar:

  1. Irony Bone - Titanium Rings
    Irony Bone is babyliss nano titanium a Bronze alloy titanium meaning necklace made in the style of ancient jewelry that gold titanium alloy is worn with a golden titanium nipple bars hue in the grade 23 titanium crown. The ring is made with a bronze

    BalasHapus